Nama : Ardhi Ramadiansyah
NIM : 11901267
Kelas : PAI 4B
Mata kuliah : Magang 1
Pada minggu ini saya membaca mengenai manajemen kelas menurut saya sebagai calon pendidik atau calon guru, sangatlah penting dalam memahami manajemen kelas karena itu saya membaca terkait materi ini di Jurnal “ Alfian Erwinsyah. Manajemen kelas dalam meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar. TADBIR: Jurnal manajemen pendidikan Islam. Volume 5, Nomor 2 agustus 2017.” Kawan – kawan yang tertarik mempelajari materi manajemen kelas ini bisa baca di situ, menurut saya di dalam jurnal ini sangat membantu saya dalam memahami bagaimana dalam mempelajari suatu manajemen kelas. Di dalam laporan ini saya ingin membahas apa yang telah saya baca terkait pemahaman saya terhadap manajemen kelas ini.
Disini saya akan membahas sedikit tentang apa itu manajemen kelas, Mencari tau apa saja unsur-unsur pengelolaan kelas, saya juga berusaha memahami fungsi dan tujuan dari manajemen kelas, sampai saya juga memahami prosedur yang ada di manajemen kelas dan masih banyak lagi yang saya baca dari jurnal itu. Jadi saya akan membahas sepahaman saya dari membaca jurnal ini agar saya lebih mudah dalam mengingat lagi apa yang sudah saya baca.
Pengertian manajemen kelas
Jadi dapat saya pahami bahwa manajemen ini banyak sekali arti seperti pengelolaan, penyelenggaraan, ketatalaksanaan dan masih banyak yang lain, sedangkan kelas dapat saya artikan sebagai suatu ruangan khusus tempat peserta didik berkumpul pada saat mengikuti proses belajar mengajar. Jadi dapat saya simpulkan bahwa manajeman kelas adalah suatu pengelolaan atau juga sebagai kemampuan sorang pendidik dalam mengali potensi siswa yang ada didalam kelas dan untuk menciptakan suasana yang kondusif dan diharapkan dapat menciptakan suasana belajar mengajar dikelas dapat berjalan dengan aktif.
Dalam manajemen kelas ini juga saya harus bisa memahami unsur-unsur dalam pengelolaan kelas, karena ini sangat penting apa bila nanti saya sebagai calon guru atau pendidik dalam memahami bagaimana membuat kelas ini menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa dan saya sendiri, maka dari itu saya ada membaca terkait unsur –unsur pengelolaan kelas, dan disini saya akan menjelaskan sedikit tentang unsur-unsur tersebut.
Unsur-unsur pengelolaan kelas
Dalam unsur pengelolaan kelas ini saya hanya bisa paham tiga point yang menurut saya sangat penting , yaitu:
Preventif, ini merupakan upaya yang harus dilakukan guru dalam mencegah apabila terjadinya suatu gangguan dalam pembelajaran. Dalam tindakan prevantif ini guru haru memiliki dua keterampilan yaitu, tanggap atau peka, dan perhatian.
Refrensif, keterampilan ini bukan diartikan sebagai suatu tindakan kekerasan, melaikan suatu keterampilan pengelolaan kelas.
Motifikasi tingkah laku, karena tingkah laku ini dapat kita amati maka karena itu setiap pendidik harus dapat memahami tingkah laku peserta didik, agar proses belajar mengajar dikelas berjalan dengan efektif.
Selain itu juga saya bisa memahami apa tujuan dari manajemen kelas ini, disini saya sadar bahwa manajemen kelas ini sangatlah penting bagi pendidik maupun peserta didik. Jadi saya akan membahas sedikit tentang tujuan manajemen kelas ini terhadap pendidik atau peserta didik.
Tujuan dalam manajemen kelas terhadap pendidik atau guru , yaitu untuk mengatur dalam kegiatan peserta didik dan menunjang dalam proses pembelajaran di dalam kelas agar proses pembelajaran ini dapat berjalan lancar, tertib, dan afektif sehingga dapat mencapai tujuan sekolah dan tujuan dalam pendidikan. Adapun tujuan yang paling penting dilakukan nya manajemen kelas ini yaitu agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, memberi kemudahan dalam melihat kemajuan siswa dalam pembelajaran, dan untuk memudahkan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas.
Adapun tujuan untuk siswa yaitu untuk mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya, membantu siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas, dan membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan diri dalam tugas. Adapun tujuan untuk guru yaitu, mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran, untuk memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada siswa, dan untuk merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang mengganggu.
Prinsip –prinsip manajemen kelas
Jadi seorang guru atau pendidik harus memahami prinsip dasar yang terkait tentang manajemen kelas, karena prinsip-prinsip dasar ini sangat dibutuhkan untuk memperkecil suatu masalah atau gangguan pada saat dalam mengelola kelas. Prinsip-prinsip manajemen kelas ini sebagai berikut, yaitu:
Guru harus hangat dan antusias
Guru harus mampu memberikan tantangan
Guru harus bersikap luwes
Beri penekanan pada hal positif
Penanaman disiplin diri
Prosedur dalam manajemen kelas
Adapun prosedur manajemen kelas ini dapat dilakukan dengan secara pencegahan (preventif) maupun penyembuhan (kuratif) kedua jenis pengelolaan kelas ini akan sangat berpengaruh terhadap langkah-langkah yang harus dilakukan seorang guru dalam menerapkannya. Apa bila dilakukan secara preventif, upaya yang dilakukan inisiatif oleh guru itu sendiri untuk mengatur siswa, format belajar dan lain-lain. Sedangkan manajemen kelas secara kuratif adalah langka-langka tindakan penyembuhan terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat mengganggu kondisi-kondisi optimal dan proses belajar mengajar.
Dalam memahami manajemen kelas yang bersifat preventif dan kuratif ini kita harus memahami prosedur nya yaitu prosedur bersifat preventif dan kuratif.
Prosedur manajemen kelas yang bersifat preventif meliputi: (a) Peningkatan kesadaran guru sebagai pendidik, (b) Peningkatan kesadaran siswa, (c) Penampilan sikap tulus guru (d) Mengenal tingkah laku siswa, (e) Mencari alternatif manajemen kelas, dan (f) Kontrak sosial
Selain itu juga ada Prosedur manajemen kelas yang bersifat kuratif meliputi: (a) Identiffikasi masalah, (b) Analisis masalah (c) Penetapan alternatif pemecahan (d) Monitoring, (e) Memanfaatkan umpan balik.
Selain itu juga saya dapat memahami bagaimana pendekatan antara guru ke siswa dalam manajemen kelas ini, jadi disini saya akan sedikit menjelaskan nya. Jadi Pendidik atau guru dalam manajemen kelas ini juga harus tau bagaimana cara pendekatan yang dilakukan kepada peserta didik atau siswa, karena pendekatan ini sangat mempengaruhi dalam suatu manajemen kelas. Pendekatan ini dipengaruhi oleh pandangan seorang guru terhadap suatu sikap atau tingkah laku siswa, bisa dilihat dari watak atau sifat siswa, dan keadaan kelas pada waktu seorang siswa melakukan kesalahan atau penyimpangan.
Pendekatan yang paling afektif yang dapat kita lakukan sebagai calon guru atau pendidik yaitu :
Pendekatan manajerial
Ini melihat dari sudut manajemen yang berkonsep tentang suatu kepemimpinan. Jadi sebagai calon pendidik atau guru harus bisa menjadi pemimpin yang baik dalam kelas agar siswa atau peserta didik bisa mengikuti sikap dan tingkah laku guru atau pendidik yang baik.
Dalam pendekatan manajerial ini juga dibedakan menjadi beberapa poit yang sangat penting, yaitu;
Kontrol otoriter, dapat saya pahami yaitu guru harus menegakkan kesiplinan dalam kelas. Karena menurut konsep ini siswa harus punya sikap yang baik, seperti siswa duduk, diam, dan dapat mendengarkan perkataan guru pada saat di dalam kelas.
Kebebasan Liberal, jadi siswa mempunyai hak sepenuhnya untu melakukan kegiatan apa saja sesuai dengan tingkat perkembangan nya. Jadi siswa mempunyai kebebasan dalam melakukan kegiatan apapun didalam kelas maupun dilingkungan sekolah. Menurut saya dalam kebebasan ini juga guru harus selalu memperhatikan siswa agar siswa ini tidak melakukan kekacauan atau kericuhan dilingkungan kelas.
Kebebasan Terbimbing, jadi kebebasan ini merupakan gabungan antara kontrol otoriter dan kebebasan liberal. Jadi dapat kita pahami bahwa siswa diberi kebebasan sebagai hak siswa tetapi siswa juga harus dihindarkan dari perilaku yang negatif agar terhidar dari penyalahan kebebasan.
Pendekatan kekuasaan
Pendekatan ini merupakan suatu sikap konsistensi seorang guru untuk menjadikan norma atau aturan dalam kelas sebagai suatu acuan menegakkan kedisiplinan. Jadi dalam proses ini guru mempunyai peran yang sangat penting dalam menciptakan situasi yang baik serta mengarahkan siswa agar bisa disiplin dalam kelas, sehingga belajar mengajar menjadi efektif.
Pendekatan ancaman
Pendekatan ini juga harus perlu dilakukan guru untuk menangani kelas yang baik tetapi guru atau pendidik tidak harus sering mengunakan pendekatan ini, bditerapkan apabila kondisi kelas sudah benar-benar tidak dapat dikendalikan lagi.
Pendekatan pengajaran
Disini guru harus mempu membuat perencanaan pengajaran sekaligus menerapkan di kelas, karena pendekatan ini sangatlah efektif untuk mengelola kelas yang baik.
Bukan hanya itu saja dalam manajemen kelas ini saya ada membaca terkait tentang Seorang guru juga harus mampu mengelola proses belajar mengajar yang baik agar dalam proses belajar mengajar ini menciptakan kondisi yang memungkinkan anak untuk belajar, ini merupakan titik awal dari keberhasilan dalam pengajaran. Jadi guru mempunyai tugas dan peran dalam implementasi pengelolaan proses belajar menurut Syaiful Bahri Djamarah (2002). Jadi saya akan menuliskan point-point yang penting saja, jadi dijelaskan bahwa guru mempunyai tugas dan peran , yaitu: (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3)pengarahan, (4) pengawasan. Jadi dari keempat ini merupakan tugas dan peran sebagai seorang guru jadi saya bisa memahami tugas dan peran itu untuk bekal saya pada saat saya menjadi guru agar saya bisa membuat terbaik dalam mendidik dan menjadi panutan bagi siswa saya nanti.
Ada juga faktor –faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran, pada saat saya membaca jurnal ini saya mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi prosesnya pembelajaran, ternyata banyak sekali faktornya, maka dari itu saya akan menjelaskan secara singkat faktor tersebut agar nanti saya bisa lebih memahami nya lagi.
Jadi faktor – faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran , antara lain :
pengajaran berbasis motivasi, didalam faktor ini juga terbagi menjadi tiga unsur yaitu; motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi, motifasi ditandai dengan timbulnya perasaan, dan motivasi ditandai dengan reaksi untuk mencapai suatu tujuan.
pengejaran berbasis aktivitas, yang dapat saya pahami disini bahwa kegiatan mandiri diangga sebagian guru tidak ada maknanya, maka karena itu system penuangan lebih mudah pelaksanaannya bagi guru dan tidak ada sedikit masalah atau kesulitan.
pengajaran berbasisi perbedaan individu, disini dapat disimpulkan bahwa perbedaan individu ini merupakan suatu kesatuan yang memiliki ciri-ciri yang khasnya tidak akan ada yang sama antara individu yang lainnya. Maka karena itu pasti masing-masing individu ini memiliki kelebihan dan kelemahannya.
pengajaran berbasis lingkungan, jadi berbasis lingkungan disini dapat kita simpulkan lingkungan sebagai sebagai rangsangan terhadap individu dan individu memberikan suatu respon terhadap lingkungan.
Ini merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi suatu proses pembelajaran maka dari itu kita sebagai calon pendidik harus bisa memahami faktor-faktor tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar