Laporan Bacaan : “Pendidikan keluarga dan tanggung jawab orang Tua dalam Pendidikan anak usia dini”
Ardhi Ramadiansyah_11901267
Bismillahirrahmanirrahim
Kali ini saya akan membahas sedikit tentang pendidikan keluarga. Sebelum itu sebaiknya kita mengetahui apa itu pendidikan keluarga, teori-teori pendidikan keluarga pada anak usia dini dan lain sebagainya. Ini semua akan saya bahas pada laporan bacaan saya, loporan ini berdasarkan sumber yang telah saya baca sebelumnya. Jadi apabila teman-teman yang ingin membaca secara lengkap bisa dilihat di jurnal “ M.Syahran jailani. Teori pendidikan keluarga dan tanggung jawab orang Tua dalam pendidikan Anak Usia Dini. Nadwa Jurnal Pendidikan Islam.vol 8. Nomor 2, oktober 2014”.
Baiklah disini saya akan membahas terkait pendidikan keluarga. Menurut Mansur, pendidikan keluarga merupakan proses pemberian nilai-nilai positif bagi tubuh kembangnya anak sebagai pondasi pendidikan selanjutnya. Sedangkan menurut Abdullah juga mengartikan bahwa pendidikan keluarga adalah segala usaha yang dilakukan oleh orang tua berupa pembiasaan dan improvisasi untuk membantu perkembangan pribadi anak. Selain itu menurur Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa alam keluarga bagi setiap orang (anak) adalah alam pemdidikan permulaan, jadi untuk pertama kalinya orang tua berkedudukan sebagai penuntun (guru) sebagai pengajar, sebagai pendidikan, pembimbing dan sebagai pendidik yang utama diperoleh anak.
Dalam pendidikan keluarga pada Anak Usia Dini , mempunnyai teori-teori terkait hal tersebut antara lain seperti menurut J.H. Pestolozzin (1746-1827), jadi menurutnya pendidikan sebaiknya mengikuti sifat-sifat bawaan anak (child’s nature). Dasar dari pendidikan ini mengunakan metode yang merupakan perpaduan antara dunia alam terutama alam keluarga dan pendidikan yang praktis. Sedangkan menurut Friedrich Frobel (1782-1852), di dalam gagasannya di antara nya bermain, bernyanyi dan berbagai macam pekerjaan anak-anak yang diberikan, guna memberi pengalaman langsung kepada anak. Sedangkan teori dari Abu Hamid Muhammad Al-Gazali, dalam konsep pendidikan mengatakan bahwa pendidikan agama harus dimulai sejak usia dini sebab, dalam keadaan ini anak siap untuk menerima aqidah-aqidah agama semata atas dasar iman, tanpa meminta dalil untuk menguatkannya atau menuntut kepastian dan penjelasan.
Salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan di indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara, memiliki konsep pendidikan beliau yang dituangkan melalui “Tri Sentra Pendidikan” yang dikembangkan di perguruan taman siswa, yaitu sentra keluarga, sentra perguruan dan sentra masyarakat. Jadi dalam konteks sentra keluarga , pendidikan keluarga telah melahirkan konsep “among” dimana konsep ini menuntut para orang tua untuk bersikap yaitu; (1) ing ngarso sung tolodo, (2) ing madya mangun kasra, (3) tut wuri handayani.
Selain dijelaskan pengertian pendidikan keluarga dan teori-teori pendidikan keluarga pada anak usia dini, didalam jurnal itu juga menjelaskan bagaimana implikasi dari teori-teori tersebut. Di dalam undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 Tahun 2003, Bab I pasal 1 ayat 13, menyebutkan bahwa “ pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan”. Selanjutnya pada pasal 27 ayat 1, mempertegas bahwa “ kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri”.
Dalam pendidika keluarga ini belum sepenuhnya dilaksanakan oleh orang tua yang memiliki anak-anak di rumah, banyak sekali faktor yang menjebabkan belum optimal dipraktikkan dalam kehidupan keseharian para orang tua dalam mendidik anaknya dirumah, faktornya yaitu; (1) kurangnya pengetahuan dan pemahaman orang tua dalam mendidik anak, (2) lemahnya peran sosial budaya masyarakat dalam membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan keluarga. (3)kuatnya desakan dan tarikan pergulatan ekonomi para orang tua. (4)kemajuan arus teknologi informasi yang meluas turut pula mempengaruhi cara berpikir dan bertindak para orang tua.
Selain dari jurnal ini saya ada juga membaca di jurnal yang lain membahas tentang pendidikan keluarga , bagi kawan –kawan yang ingin membaca secara lengkap boleh dilihat di jurnal “ Hasbi wahy. Keluarga sebagai basis pendidikan pertama dan utama, Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA, februari 2021, VOL.XII No 2. Hal 245-258.” Jadi didalam jurnal ini membahas tentang pedidikan dan tanggung jawab orang tua, tantangan dan mendidik anak dan peran anggota keluarga terhadap anak, dll.
Menurut Zakiah Dradjat mengatakan bahwa orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan, dengan demikian bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga. Dalam hal ini kedua orang tua memiliki tanggung jawab, menurut Fuad Ihsan, yaitu; (1) memilihara dan membesarkannya. (2) melindungi dan menjamin kesehatannya. (3) mendidik dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi hidupnya. (4) membahagiakan anak untuk dunia dan akhirat dengan memberikanya pendidikan agama.
Dalam mendidik anak ini pastinya memiliki sebuah tantangan, jadi tantangan dalam pendidikan anak dapat dibagi menjadi dua yaitu tantangan yang berasal dari dalam (intern) dan dari luar (ekstern), kedua tantangan ini saling mempengaruhi dalam upaya pendidikan anak. Jadi ada sumber tantangan yang berpengaruh dari dalam (intern) yaitu orang tua si anak itu sendiri, karena banyak orang tua yang kurang paham dan tidak memahami bagaimana cara memdidik anak yang baik. Sedangkan tantangan yang lain yaitu berasal dari anggota keluarga, biasanya orang tua mungkin sudah berusaha dalam mendidik anak mereka dengan baik namun ada penyebab lain yang bersal dari anggota keluarga yang merusak suasana.
Sedangakan dalam tantangan yang berpengaruh dari luar (ekstern), ini sangat luas sekali berbagai informasi akan mempengaruhi perkembangan anak dari segala sisi, seperti dari lingkungan masyarakat, karena lingkungan masyarakat ini merupakan tantangan yang tidak dapat dielakan karena anak pasti pasti melakukan interaksi dengan lingkungannya anak membutuhkan teman bermain dan kawan sebaya yang dapat berbicara. Selain itu ada juga tantangan dari lingkungan rumah yang jauh dari nilai-nilai islam bisa melunturkan pendidikan yang ditanampakan di rumah. Ada juga lingkungan sekolah bisa menjadi sumber tantangan , karena bagaimanapun guru-guru di sekolah tidak akan mampu dalam mengawasi anak didiknya di setiap saat. Karena interaksi anak dengan teman-temannya disekolah yang memiliki perilaku yang bervariasi, apabila tidak dipantau dengan baik oleh guru atau orang tuanya bise berdapak negatif.
Jadi dalam pendidikan keluarga ini ada peranan anggota keluarga terhadap anak, biasanya kebanyakan keluarga yang memegang peranan yang terpenting adalah ibu terhadap pendidikan anak-anaknya. Sesuai dengan fungsi seta tanggung jawab sebagai anggota keluarga, dapat disimpulkan bahwa peranan ibu dalam pendidikan anak-anaknya sebagai berikut ; (1) sumber dan pemberi rasa kasih sayang, (2) pengasuh dan pemelihara, (3) tempat mencurahkan isi hati, (4) pengatur kehidupan dalam rumah tangga, (5) pembimbing hubungan peribadi, dan (6) pendidikan dalam segi-segi emosional. Jadi dapat kita pahami bahwa seorang ibu itu snagat memegang peranan penting dalam dunia pendidik anak.
Dalam pendidikan keluarga juga mempunya fungsi dan peranan, jadi pendidikan keluarga ini merupakan pengalaman pertama masa kanak-kanak, jadi dimaksud pertama bahwa kehadiran anak di dunia ini disebabkan hubungan kedua ornang tuanya, mengingat orang tua yang harus bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Selain itu pendidikan keluarga juga bertujuan untuk menjamin kehidupan emosional anak, hal ini dikarenakan adanya hubungan darah antara pendidik dengan anak didik sehingga menumbuhkan hubungan yang didasarkan atas cinta kasih sayang yang murni. Selain itu juga pendidikan keluarga bertujuan untuk menanamkan dasar pendidika moral, karena biasanya pendidikan moral ini dasar-dasar pendidikan moral bagi anak yang biasanya tercemin dalam sikap dan perilaku orang tua sebagai teladan yang dapat dicontoh anak.
Jadi dapat saya simpulkan bahwa sebagai suatu tempat berlangsungnya proses pendidikan anak maka kedua orang tua merupaka sebagai tanggung jawab dalam terjadinya pendidikan keluarga jadi kedua orang tua harus benar-benar dapat menyikapi dari kenyataan bahwa pendidikan ini terjadi bukan hanya dilingkungan sekolah tertapi di dalam lingkungan keluarga juga karena itu kedua orang tua harus bisa membuat kondisi di lingkungan keluarga dengan baik agar anak bisa mendapatkan pendidikan pertama mereka dari kedua orang tuanya. Cara orang tua dalam mendidik anak nya mungkin bisa dengan cara pengajaran pembiasaan dan keteladanan. Dengan adanya ini diharapkan anak-anak akan tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang berpendidikan yang berguna bagi dirinya sendiri, orang tua, dan keluarga mereka sendiri.