Laporan bacaan: Psikologi perkembangan peserta didik.
Ardhi Ramadiansyah_11901267_PAI 4B
Bismillahirrahmanirrahim
Pada minggu ini saya membaca sebuah e-book dengan judul buku nya “Psikologi perkembangan peserta didik” yang ditulis oleh Dra. Desmita, M.Si. jadi disini saya akan menjelaskan sedikit tentang psikologi perkembangan peserta didik dari apa yang saya baca agar teman-teman dapat memahami nya. Apa bila teman-teman ingin membaca secara seluruhnya silahkan buka “ https://difarepositories.uin-suka.ac.id “.
Secara umum kita dapat membedakan psikologi menjadi dua cabang yaitu psikologi teoi’etis dan psikologi terapan. Jadi psikologi teoretis dapat pula dibedakan atas dua bagian yaitu psikologi umum dan psikologi khusus. Dapat dijelaskan psikologi umum merupakan psikologi teoretis yang mempelajari aktivitas-aktivitas mental manusia yang bersifat umum dalam rangka mencari dalil-dalil umum dan teori-teori psikologi. Sedangkan psikologi Khusus ini kemungkinan akan terus berkembang sesuai dengan situasi dan kebutuhan.
Jadi dari pengertian ini dapat kita pahami bahwa psikologi perkembangan peserta didik merupakan bidang kajian psikologi perkembangan yang secara khusu mempelajari aspek-aspek perkembangan individu yang berada pada tahap usia sekolah dasar dan sekolah menengah. Kita juga harus memahami tujuan dari psikologi perkembangan peserta didik, jadi tujuan dari psikologi ini yaitu memberikan, mengukur dan menerangkan perubahan dalam tingkah laku serta kemampuan yang sedang berkembang sesuai dengan tingkatan usia dan mempunya ciri-ciri universal dalam artian yang berlaku bagi anak-anak di mana saja dan dalam lingkungan sosial-budaya mana saja.
Setelah kita memahami ini semua kita harus mengetahu tentang konsep perkembangan peserta didik. Disini kita harus paham terlebih dahulu apa itu perkembangan dan pertumbuhan, jadi dapat saya pahami dari apa yang telah saya baca bahwa perkembangan tidaklah terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan didalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang berlangsung secara terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ketahap kematanagan melalui pertumbuhan, pemasakan dan belajar. Sedangkan pertumbuhan dalam konteks perkembangan merujuk perubahan-perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu peningkatan dalam ukuran dan struktur seperti pertumbuhan badan, pertumbuhan kaki, kepala,dan lain sebagainya.
Selain itu kita juga harus memahami fase perkembangan jadi maksudnya adalah penahapan atau periodesasi rentang kehidupan manusia yang ditandai oleh ciri-ciri atau pola-pola tingkah laku tertentu. Meskipun masing-masing anak mempunyai masa perkembangan yang berlainan satu sama lain.
Dapat saya tulis disini menurut Aristoteles, ia membagi fase perkembangan manusia sejak lahir sampai usia 21 tahun ke dalam tiga masa, dimana setiap fase meliputi masa tujuh tahu, yaitu; (1) fase anak kecil atau masa bermain (0 – 7 tahun) yang diakhiri dengan tanggal atau pergantian gigi. (2) fase anak sekolah atau masa belajar (7 -14 tahun) yang dimulai dari tumbuhnya gigi baru sampai timbulnya gejala berfungsinya kelenjar-kelenjar kelamin. (3) fase remaja (pubertas) atau masa peralihan dari anak menjadi dewasa (14-21 tahun) yang dimulai dari mulai bekerjanya kelenjar-kelenjar kelamin sampai akan memasuki masa dewasa.
Selain itu di dalam buku ini juga saya ada membaca sebuah periodesasi perkembangan menurut konsep Islam, ini salah satu yang sangat menarik menurut saya karena ternyata di dalam Al-qur’an dan hadits ada menjelaskan tentang perkembangan, jadi perkembangan individu secara garis besarnya dapat dibedakan atas tiga fase, yaitu; (1) periode Pra-konsepsi, yaitu perkembangan manusia sebelum masa pembuahan sperma dan ovum. (2) periode pra-natal, yaitu periode perkembangan manusia yang dimulai dari pembuahan sperma dan ovum sampai masa kelahiran. Jadi pada periode ini dibagi atas empat fase yaitu; (a) fase Nuthfah (zigot) dimulai sejak pembuahan sampai usia 40 hari dalam kandungan, (b) fase alaqah (emrio) selama 40 hari, (c) fase mudhghah (janin) selama 4 hari dan (d) fase peniupan ruh ke dalam jasad janin dalam kandungan setelah genap berusia 4 bulan. (3) Periode kelahiran sampai meninggal dunia.
Selain itu di dalam buku tersebut menjelaskan tentang aspek-aspek perkembangan peserta didik, jadi secara umum perkembangan peserta didik dapat dikelompokan ke dalam tiga aspek perkembangan yaitu perkembangan fisik, kognitif dan psikososial. Perkembangan aspek fisik atau biologis meliputi perubahan-perubahan dalam tubuh (seperti pertumbuhan otak, sistem saraf, organ-organ indrawi, pertambahan tinggi dan berat, hormon, dll) dan perubahan-perubahan dalam cara-cara individu dalam menggunakan tubuhnya, dan serta perubahan dalam kemampuan fisik. sedangkan perkembangan aspek kognitif merupakan salah satu aspek perkembangan peserta didik yang berkaitan dengan pengertian (pengetahuan) yaitu semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan lingkungannya. Dan yang terakhir yaitu perkembangan aspek psikososial merupakan proses perubahan kemampuan –kemampuan peserta didik untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang lebih luas.
Jadi dalam perkembangan peserta didik ini mempunya karakteristik di setiap tingkatan dan usia sekolah, jadi karakteristik anak usia sekolah dasar (6-12 tahun) jadi pada usia ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak yang usianya ebih muda, ia senang bermain, bergerak, bekerja dalam kelompok, dan senan merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung. Menurut Havighurst, tugas perkembangan anak usia sekolah dasar meliputi: (1) menguasai keterampilan fisik yang diperlukan dalam permainan dan aktivitas fisik, (2) membina hidup sehat, (3) belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok, (4) belajar menjalankan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin, (5) belajar membaca, menulis dan berhitung.
Sedangkan karakteristik anak usia sekolah menengah (smp) berada pada tahap perkembangan pubertas (10-14 tahun) terdapat karakteristik yang menonjul yaitu; (1) terjadinya ketidak seimbangan proporsi tinggi dan berat badan. (2) mulai timbulnya ciri-ciri seks sekunder (3) kecenderungan ambivalensi, antara keinginan menyendiri dengan keinginan bergaul, serta keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan dari orang tua, (4) senang membandingkan kaedah-kaedah, nilai-nilai etika dan norma dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa. (5) mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi dan sifat kemurahan dan keadilan tuhan. (6) reaksi dan ekspresi emosi masih labil.
Yang terkhir yaitu karakteristik anak usia remaja ( SMA) pada usia 12-21 tahun merupakan masa peralihan antara masa kehidupan anak-anak dan masa kehidupan orang dewasa, jadi pada masa ini ditandai dengan sejumlah karakteristik yaitu; (1) mencapai hubungan yang matang dengan tema sebaya, (2) dapat menerima dan belajar peran sosial sebagai pria atau wanita dewasa yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, (3) menerima keadaan fisik dan mampu menggunakannya secara efektif, (4) mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya, (5) memilih dan mempersiapkan karier di masa depan sesuai dengan minat dan kemampuannya.
Mungkin cukup disini dulu nanti saya akan lanjutkan pembahasan dari buku yang saya baca ini terkait Psikologi perkembangan peserta didik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar